Kamis, 27 Maret 2014

Sosialisasi Pemilu 2014


     Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) mulai hari ini akan mengirimkan pesan pendek (SMS) secara broadcast kepada pengguna telepon genggam. 

Program ini menggandeng perusahaan operator telekomunikasi. Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring bersama Ketua KPU Husni Kamil Malik bertindak sebagai pihak pertama yang meresmikan pengiriman SMS boadcast.

Tifatul mengatakan jumlah nomor aktif dan telepon seluler yang beredar saat ini melebihi jumlah penduduk Indonesia yaitu sekitar lebih dari 270 juta. Tentunya hal ini menurut dia bisa sebagai cara sosialisasi yang tepat dan langsung sasaran. Apalagi mengingat jumlah angka golput terus meningkat sejak Pemilu 2004.

“SMS broadcast ini bisa memperkokoh pemilih untuk aktif ikut serta dalam pemilu. Ada 270 juta lebih itu angka asosiasi telepon seluler Indonesia. Kita berharap di Pilpres 9 Juli nanti juga ada seperti ini,” kata Tifatul di Ruang Serba Guna Gedung Kementerian Kominfo, Senin (24/3).

Menurut politikus Partai Keadilan Sejehtara ini perusahaan operator seluler harus aktif membantu mensukseskan Pemilu. Ia pun menyindir perusahaan operator seluler jangan memprioritaskan SMS promosi hadiah yang masih gencar.

“Ini kan untuk kepentingan kepentingan nasional. Jangan SMS promosi, tawaran kredit, sms tawaran macam-macam yang banyak. Nah, SMS mama papa kan sekarang sudah berkurang,” ujarnya.

Adapun Ketua KPU Husni Kamil Malik menyebut ada 275 juta pengguna aktif telepon seluler berdasarkan nomor yang aktif. Menurut dia, cara ini cukup efektif untuk menyampaikan pesan langsung kepada masyarakat di dalam negeri serta luar negeri Pentingnya ini, kata dia, karena di dalam negeri saja sudah ada 185,8 juta angka pemilih yang bakal ikut serta di Pemilu Legislatif ataupun Pemilu Presiden. “Di luar negeri ada dua juta dua pulu limah ribu. Ini enggak bisa dijangkau secara konvensional. Makanya cara ini perlu. Mudah-mudahan bisa,” katanya.

Dalam SMS broadcast ini, tertulis isi pesan sebagai berikut “Sukses Pemilu 2014 adalah Sukses Bangsa. Berikan Suara Anda pada Tanggal 9 April 2014. Coblos sesuai pilihan Anda”.

SMS ini harus terkirim secara bertahap sejak tanggal 24 sampai dengan 31 Maret 2014. Setiap pengguna telepon seluler bakal mendapatkan satu SMS dalam satu minggu.

Sudahkah anda terdaftar di daftar pemilih tetap Pemilu 2014? Ayo cek di detikPemilu. Anda juga bisa mengecek nama-nama caleg peserta Pemilu 2014 dan bertanya langsung ke KPU soal Pemilu hanya di detikPemilu.

Pelatihan Anggota KIM



Untuk meningkatkan kapasitas para pelaku Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) tingkat Desa, 
diadakan Pelatihan TIK secara rutin setiap Bulan oleh Dinas Perhubungan dan Informasi di seluruh pemerintah provinsi wilayah setempat. 
Diharapkan nantinya masyarakat secara aktif dapat mengetahui kegiatan - kegiatan yang telah dilaksanakan oleh pemerintah Kabupaten Masing-masing.

Pengertian KIM

Berdasarkan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika RI No. 08/PER/M.KOMINFO/6/2010 tentang Pedoman Pengembangan dan Pemberdayaan Lembaga Komunikasi Sosial, tanggal 1 Juni 2010 KIM atau kelompok sejenis lainnya adalah kelompok yang dibentuk oleh, dari, untuk masyarakat secara mandiri dan kreatif yang aktivitasnya melakukan pengelolaan informasi dan pemberdayaan masyarakat dalam rangka meningkatkan nilai tambah. Dasar Hukum 1. PP No. 38 Tahun 2007 Tentang pembagian urusan pemerintahan antara pemerintah, pemerintahan daerah provinsi, dan pemerintahan Daerah kabupaten/kota 2. Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika RI No. 17 Tahun 2009 Tentang Diseminasi informasi nasional oleh Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintah daerah Kabupaten/Kota, tanggal 17 Maret 2009 3. Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika RI No. 08/PER/M.KOMINFO/6/2010 Tentang Pedoman Pengembangan dan Pemberdayaan Lembaga Komunikasi Sosial, tanggal 1 Juni 2010. Bentuk KIM dapat dibentuk dari kelompok yang dibentuk sebagai KIM atau Kelompok lain seperti kelompok tani, nelayan, UKM, atau yang lainnya yang berfungsi juga sebagai KIM.